Pemainfilm Karina Salim (25) mengaku tidak muluk-muluk film 'Salawaku' disaksikan orang banyak
NontonLangsung Streaming dan download, bisa Online Anime,Drakor,TV,Movie Gratisan Movie Indomovie page 46 Full Movie Subtitle Indonesia Download mp4 file Google Drive dan Openload|REBAHIN
Riri Riza membawa pulang piala kebanggaan dan bergengsi bagi para insan perfilman Indonesia, Piala Citra. Riri menjadi pemenang Sutradara Terbaik di FFI tahun 2016 atas karyanya, ATHIRAH.Lelaki 46 tahun ini sukses mengalahkan empat nama lainnya yaitu Kimo Stamboel dan Timo Tjahjanto (HEADSHOT), Upi Avianto (MY STUPID
; WowKeren - Karina Ini kan sudah lamaran karena sudah terjadi," lanjut aktris film "Salawaku" ini. (wk/) You can share this post! Next article Kit Harington 'Game of Thrones' Jadi Black Knight di 'The Eternals' Related Posts. Berasa Nonton Film Barbie. Bukan Cincin Kawin, Hyun Bin Pakai Barang Couple Ini dengan Son Ye Jin
NontonSalawaku (2016) Layar Kaca 21 Indoxxi Dunia21 Lk21 Layarindo GudangMovie Filmapik BioskopKeren HardSub Indo 1080p 720p 480p
Seoranganak lelaki setempat dari Pulau Seram, Salawaku, memulai perjalanan untuk menemukan saudara perempuannya Binaiya. Ditemani oleh Saras, seorang turis []
English- A boy named Salawaku (Elko Kastanya) is out to look for his sister, Binaya (Raihaanun) that has lef the village without notice. Salawaku then embarks on his journey to find her. In the middle of his journey, Salawaku meets Saras (Karina Salim), a Jakartan teenager who has a similar problem with her lover.
NontonFilm Breath (2017) Subtitle Indonesia dan Download Breath (2017) Subtitle Indonesia Bioskop Box Office indoxxi lk21 xxi bioskopkeren blueray hd. Loncat ke konten. Menu; CinemaKeren21 Nonton Movie 21 Online Streaming Movie Bioskop Keren Terbaik di Cinema 21 INDO XXI Dunia21 LK21 Bos21 Bokeh Semi. Download Film Ganool Movies
Daftarfilm: 2012 Durable Love. 2013 What They Donāt Talk About When They Talk About Love. 2013 Pintu Harmonika. 2014 Kebaya Pengantin. 2014 Mantan Terindah. 2015 Melancholy is a Movement. 2016 Raksasa dari Jogja. 2017 Salawaku. 2017 Mobil Bekas dan Kisah-kisah dalam Putaran. 2020 Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2. 2020 Bucin. 2020
NontonStreaming Download Subtitle Indonesia Sinopsis The Unknown Soldier (2018) Film ini mengikuti perusahaan senapan mesin tentara Finlandia dalam Perang Berlanjut melawan Uni Soviet, 1941ā1944. Berdasarkan novel terlaris VƤinƶ Linna, Tuntematon Sotilas (The Unknown Soldier) dan versi novel tanpa sensor, Sotaromaani (A War Novel).
jSm4. HomeReview Best Movies[Movie] Salawaku 2017 Salawaku2017 - Kamala FilmsDirected by Pritagita ArianegaraWritten by Iqbal FadlyProduced by Ray Zulham, Mike JuliusCast Elko Kastanya, Karina Salim, Raihaanun, JFlow Matulessy, Shafira UmmSalawaku adalah sebuah proyek film kecil yang beruntung mendapat perhatian berbagai festival film di Indonesia, dengan masuk nominasi dan atau menang di ajang-ajang penghargaan nasional, plus tayang perdana di muka publik di Tokyo International Film Festival 2016. Film yang bolak-balik masuk festival jelas belum tentu pasti bagus menurut pemirsa di luar festivalātanpa mengurangi rasa hormat buat yang bolak-balik masuk festival baik yang beneran maupun abal-abal *eh*, tetapi buat gw film-film sederhana macam Salawaku ini tak jarang punya daya tarik tersendiri, yang bahkan bisa lebih berdampak daripada film-film "besar". Namun, seperti biasanya, ketika banyak yang bilang bahwa sesuatu bagus atau apalah, akan berbahaya bila kita menerimanya mentah-mentah, justru ekspektasi harus diturunkan supaya jangan sampai kita mengharapkan yang enggak-enggak. Itu trik yang harusnya selalu gw lakukan setiap nonton filmā¦tapi fakta bahwa kalangan perfilman kita sayang banget sama film ini tetap nggak bisa gw abaikan. Makin lagi ketika gw merasa sepertinya mereka melihat sesuatu yang gagal gw lihat dari film sebuah desa di Pulau Seram 'e'-nya seperti pada kata 'meja', Maluku, siswa SD Salawaku Elko Kastanya tiba-tiba ditinggal minggat oleh kakak perempuannya, Binaiya Raihaanun. Suatu ketika Salawaku ingat Binaiya pernah mau ke sebuah tempat bernama Piru, lalu Salawaku memutuskan mengambil sebuah perahu dan mencari kakaknya seorang diri. Di tengah perjalanan ia bertemu dengan seorang wanita muda asal Jakarta, Saras Karina Salim yang termenung tersesat sendirian di tengah liburannya. Karena simpati, Saras memutuskan menemani Salawaku ke Piru. Pemuda anak kepala desanya Salawaku, Kawanua JFlow Matulessy yang ditugaskan untuk mencari dan membawa pulang Salawaku juga pada akhirnya memutuskan untuk membantu Salawaku mencari Binaiya. Pencarian ini tak hanya soal Binaiya ada di mana, namun mengapa dia pergi meninggalkan adik dan you see is what you get adalah deskripsi yang lebih kurang menggambarkan seperti apa film Salawaku ini. Filmnya tentang seorang anak kecil menyusuri berbagai jalan dan medan mencari kakaknya bersama dua orang yang lebih dewasa darinya. Dan, ya udah itu aja. Penataan adegan serta tangkapan sinematografi yang menyegarkan mata seolah menggiring gw untuk menantikan suatu hal yang besar dan lebih menarik akan terjadi selama perjalanan itu, tapi ternyata nggak kunjung datang sampai durasi berakhir. Salah? Ya nggak sih, film ini bercerita apa adanya, ya nggak apa-apa. Nothing new dari isu yang diangkat bahkan sangat tidak new, ya nggak apa-apa juga. Tetapi, gw melihat ada kecanggungan saat film ini bercerita, masih takut-takut untuk ekslporasi apa lagi yang bisa dikeluarkan dan dikembangkan dari ceritanya maupun karakternya yang cuma beberapa itu. Gw seakan hanya diizinkan melihat dari permukaan saja dan nggak bisa lebih jauh, ya ceritanya, ya karakternya, ya "potret budaya" gw, problem terawal film ini adalah pemilihan sudut pandang. Mengangkat tema permasalahan orang dewasa, film ini memberi judul sesuai tokoh utama yang masih SD, Salawaku. Film bisa saja menawarkan angle menarik dari seorang anak kecil yang mungkin malah memberi pelajaran berharga bagi karakter-karakter dewasanya. Sayang, kesempatan itu nggak diambil, film ini berjalan biasa saja, Salawaku hanyalah tokoh dalam cerita, bukan penjuru cerita ini. Pun kalau niatnya menekankan Salawaku sebagai tokoh utama, perkenalan akan karakternya begitu kilat sehingga gw nggak bisa menganggap dia tokoh yang lebih utama dari Saras dan Kawanua, misalnya. Problem selanjutnya adalah nggak ada "kehidupan" dalam kebersamaan Salawaku dan Saras dalam perjalanan, padahal mereka dua orang saling asing, beda usia, beda motif dan tujuan, beda budaya, beda cara pikir. Mereka baru kenal lalu barengan terus, tetapi seperti nggak ada itikad dari yang manapun untuk mengenal pihak satunya lebih jelas, dan apa pengaruh kepada satu sama yang lain selain daftar kata gaul ibukota. "Kehidupan" itu baru muncul ketika Kawanua mulai gabung, tapi itu pun baru benar-benar menarik ketika mulai terkuak alasan Binaiya minggat, which is like 1 hour into the movie. Yang lebih banyak gw dapat di sana akhirnya cuma pemandangan eksotis, and that's gw memang baru bisa klik sama film ini ketika di sepertiga terakhir, ketika akhirnya cerita ini mulai kelihatan maunya apa. Meski begitu, gw tetap nggak bisa menemukan sesuatu yang matters dari ceritanya, gw nggak nangkep what it actually wanted to say, dan ujaran "quoatable quote" di paling akhir itu malah memperburuk karena gw nggak tahu persis apa hubungannya sama cerita yang barusan gw saksikan dan apa konteksnya harus diujarkan di adegan tersebut. Beruntunglah film ini didukung kelengkapan produksi yang proper dan pemain-pemain yang tampil prima, termasuk si aktor cilik Elko, sehingga film ini bisa mengompensasi cerita amat sangat terlalu sederhana itu dengan penggarapan yang berkualitas. Nggak terlalu impresif tapi masih tahan buat score 6,5/10
Ocean Sunset Foto IstimewaMenjelang Hari Film Nasional 2017, kebangkitan perfilman Indonesia tumbuh subur. Sineas lokal mulai membuat film dengan variasi genre yang berbeda. Menurutku, jika cerita dalam film tersebut mampu menyentuh secara personal, film itu akan menjadi bagus. Karya yang baik selama ini ialah film tentang manusia, tentang apa yang dirasakannya, karakter, kepedulian, dan juga identifikasi seseorang pada satu film Indonesia yang memiliki cerita menyentuh tersebut yaitu Film Salawaku yang diproduksi oleh Kamala Films. Tidak hanya alur cerita yang mengalir, tata artistik dan tata kamera pun menyajikan pesona kearifan lokal Indonesia yang begitu mendalam. Cerita mengikat dan memberi kesan yang scene menurutku luar biasa, dibuka dengan langit gelap tampak seorang perempuan dengan isak tangis tergesa-gesa berada di sampan kayu melakukan perjalanan seorang diri tanpa arah pasti. Lautan luas nan biru menjadi saksi perjuangannya seorang diri mengarungi bahtera kehidupan yang harus dilalui. Di lain sisi, Salawaku diperankan oleh Elko Kastanya seorang pelajar sekolah dasar mulai merasa sepi dan sendiri. Sejak orangtuanya meninggal, Ia hanya memiliki kakak perempuan bernama Binaiya diperankan oleh Raihaanun yang tiba-tiba kabur dari pemukiman adat. Salawaku pun melakukan perjalanan mencari kakak kesayangannya tersebut dengan menggunakan sampan milik pemuka adat yang Ia gunakan tanpa pamit kepada siapapun juga. Di tengah perjalanan menyusuri laut, ia bertemu Saras, diperankan oleh Karina Salim. Saras sedang terdampar di salah satu pulau. Perjumpaan mereka memang tampak disengaja dan agak sedikit mengganggu. Namun, ini awal dari perjalanan mereka yang menjadi petualangan mencari harapan yang kadang tak seindah bahasa yang digunakan antara bahasa daerah dan bahasa gaul menjadi daya tarik dialog selama perjalanan mereka dalam film ini. Penggunaan bahasa daerah seperti sengā yang artinya tidak atau penggunaan istilah gaul seperti gokilā dan gagal pahamā membuat cerita ini tidak begitu kaku. Tidak hanya disuguhi panorama kekayaan alam Indonesia bagian timur, penonton dibawa lebih dekat mengenal karakter orang Maluku beretnis Ambon yang sering dijuluki Labu Jua Ada Hati, artinya āsekeras-kerasnya watak orang Ambon, hati tetap lembut⦠.āPerjalanan Salawaku dan Saras pun berlanjut menuju Piru, ibukota Seram Barat yang dikabarkan tempat Binaiya bekerja. Perjalanan ini dilengkapi dengan pacar dari Binaiya, bernama Kawanua diperankan oleh Jflow Matulessy. Awalnya, Kawanua hanya ingin mencari Salawaku yang sudah dianggap adiknya sendiri. Setelah bertemu dengan Salawaku di tengah perjalanan, Ia pun berjanji akan mengantar Salawaku hingga akhir yang terjadi, Kawanua pun berubah pikiran untuk membawa Salawaku kembali saja menuju pemukiman asal. Salawaku pun merajuk. Saras yang bersifat netral berusaha membujuk kembali Kawanua agar perjalanan mereka tetap berlanjut. Mereka pun akhirnya menemukan Binaiya dan semua rahasia terungkap sudah karena masing-masing pemeran menyimpan cinta yang dipandang sebagai beban dalam itu Beban. Frase dalam film ini memang bicara tentang problema hamil di luar nikah yang menjadi tema menyentuh kalbu setiap penonton. Film ini mengemas tanpa harus mengungkap kesedihan yang berulang tanpa adegan belas kasihan. Penonton pun diajak berpikir untuk menyadari bahwa semua masalah hadir bukan untuk dijadikan beban, melainkan dicari solusi kepastian. Solusi itu pun terpecahkan dari berbagai sudut pandang pemeran yang merasakan pahit getir kehidupan yang harus dalam film ini memang tidak begitu banyak. Masing-masing karakter saling menguatkan satu sama lain sehingga membentuk benang merah film yang mudah dimengerti dan membuat penonton seolah menjawab teka-teki. Kecemasan yang dialami oleh masing-masing karakter menjadi kata kunci untuk menjawab kehidupan tentang kisah meninggalkan dan dari empat karakter yang menguasai cerita memiliki penampilan fisik khas Indonesia Timur. Elko Kastanya, Raihaanun, dan J Flows Matulessy dengan rambut keritingnya mampu merepresentasi orang-orang keturunan Ambon. Naturalitas aktingnya juga mengantarkan Elko Kastanya sebagai pemeran anak terbaik dalam Festival Film Indonesia 2016 dan Raihaanun sebagai pemeran pembantu wanita terbaik FFI belakang dari mereka, ada karakter Saras dengan pribadi generasi milenial ibukota yang terkoneksi dengan smartphone berteknologi internet. Hanya saja, kontinuitas riasan wajahnya kurang diperhatikan sehingga tidak mendukungnya saat harus beradegan telah terdampar di pulau begitu lama dalam menyimpan segala Salawaku yang diproduksi sejak tahun 2016 ini, telah memberi filosofi tentang perjalanan hidup. Aku begitu menikmati film ini dari awal dengan interaksi yang menghasilkan relasi-relasi penuh makna. Aku pun terkesima dengan adegan flashback yang begitu sempurna dan beda dari film-film lainnya. Sutradara, Pritagita Arianegara menggarap dengan narasi dialog yang berisi tanpa harus mengulang adegan rekaan. Pesan yang terdapat dalam adegan-adegan film juga akan membekas dalam jiwa penonton. Gejala ini menurut ilmu jiwa sosial disebut sebagai identifikasi psikologis. Para penonton pasti akan terus mengingat pesan moral dalam film ini. Bagaimana nilai moral dan tanggung jawab menjadi urusan belakangan karena lebih takut dengan hukum adat. Apalagi hukum yang dihadapi dari orangtua kita sendiri yang pada realitanya juga merupakan sosok kepala suku atau orang yang dituakan. Sebagai seorang lelaki, Kawanua mengalami pergulatan konflik batin karena mengabaikan sikap tanggung jawabnya. Kecemasan sikap timbul karena Ia sebagai seorang anak kepala adat harus menanggung malu pada harga diri orangtuanya yang memiliki jabatan pada adat istiadat. Bahkan, Ia pun belum siap untuk diusir dari kampungnya akibat ulahnya dengan Binaiya yang menyalahi norma adat lain sisi, Sosok Saras juga diceritakan lari dari kenyataan karena telah menggugurkan kandungannya sebagai akibat dari ulah kekasihnya yang juga tak mau bertanggung jawab. Semua beralasan belum siap menerima kenyataan, padahal mereka sendiri yang berbuat. Seharusnya untuk menghadapi cinta yang mereka alami, mereka meski tak peduli reputasi dan citra diri lagi. Mereka harus sadar bahwa semua sudah terjadi dan akan terhakimi di kemudian hari. Tidak hanya kaya dari sisi cerita, film Salawaku juga menunjukkan kekayaan yang dimiliki bagian timur Indonesia. Kepulauan Seram yang berada di Maluku tersajikan begitu menawan dari awal hingga akhir. Pesisir pantai, laut, dan diorama bawah laut tampak begitu 'gokil' mengisi rangkaian gambar-gambar bergerak sepanjang film. Wajar saja jika Faozan Rizal mendapat piala citra untuk pengarah sinematografi terbaik tahun 2016 Salawaku juga mengajak penonton melihat kuliner yang begitu menggoda dari wilayah Timur sana. Ada Sopi minuman khas Maluku yang mengandung alkohol. Penonton juga akan mengenal Papeda makanan unik khas Maluku yang terbuat dari tepung sagu. Semua ditampilkan secara pas mengisi alunan dialog yang tetap saja film Salawaku yang meraih Piala Dewantara kategori Film Cerita Panjang Bioskop dalam Apresiasi Film Indonesia 2016 tidak ada iklan yang sering kali bermunculan seperti film dengan orientasi komersil. Lebih dari itu, Film Salawaku mampu membuat promosi Indonesia secara cerdas karena tidak sedang berjualan produk. Bagiku, film Salawaku bercerita tentang mempromosikan Indonesia. Aku bisa mengatakan kepada kalian yang belum nonton 'Lihatlah film Salawaku yang diproduksi di Indonesia dan lihatlah apa makna yang terkandung didalamnya, lihatlah talenta apa yang dimiliki, dan lihatlah bagaimana Indonesia memiliki potensi pariwisata yang hebat'. Aku bangga menonton film ini.
Trailer & Sinopsis Bahasa Indonesia - Keinginan Salawaku Elko Kastanya, anak laki-laki asli Maluku, untuk menemui kakak perempuannya bernama Binaiya Raihaanun, yang lari meninggalkan kampungnya, terhalang oleh pertemuannya dengan Saras Karina Salim, seorang remaja perempuan Jakarta yang memilih Maluku untuk melupakan kekasihnya. Saras yang ia temui di sebuah pulau pasir di tengah laut membuat Salawaku terpaksa harus menolongnya. Dalam perjalanan mereka inilah terjadilah sebuah hubungan yang sangat bertolak belakang budaya, cara hidup dan kebiasaan dari Saras dan Salawaku. Kawanua J-Flow, yang tampak baik hati menawarkan pertolongan pada Salawaku untuk menemukan keberadaan Binaiya. Saras pun jatuh hati pada kebaikan Kawanua dan mulai merasa bisa melupakan kekasihnya. Konflikpun terjadi ketika akhirnya Salawaku bertemu Binaiya yang enggan menerima Salawaku. Bagaimana nasib Salawaku yang ditolak kakaknya sendiri? Bagaimana pula nasib Binaiya dan Saras? English - A boy named Salawaku Elko Kastanya is out to look for his sister, Binaya Raihaanun that has lef the village without notice. Salawaku then embarks on his journey to find her. In the middle of his journey, Salawaku meets Saras Karina Salim, a Jakartan teenager who has a similar problem with her lover. The quest begins for two contrasting strangers with different age, purpose and character. Their journey comprises of hitchhiking, hiding from villagers looking for Salawaku and through the bumpy roads of emotions, argument, and differences. Along the way, the intensity diffuses when Kawanua J-Flow comes in the picture to help them. Kawanuas benevolence towards the journey has enchantingly softened the depressing heartbreak felt by Sarah and the anxiety felt by Salawaku. Once the reach Piru, Binaiya is startled by their presence. Her denial makes her demand of Salawaku to leave her alone. In Indonesian with no subtitles